Lika liku anak rantau

Fitur Bahasa Indonesia reguler kami bekerja sama dengan TCK Learning Centre untuk Pekerja Migran (Our regular Indonesian feature in collaboration with TCK Learning Centre for Migrant Workers)

Silhouette of a woman standing by a large window, gazing outside with a pensive expression, black and white photography.

Jalani dan nikmati hidup. Itu yang ada di benakku. Namaku Dwi, aku dilahirkan dari keluarga yang pas-pasan. Merantau bukan pilihan, tapi dengan merantau aku bisa membantu perekonomian keluarga. Dulu yang ada di anganku merantau di negara yang elit dan maju kita lebih ringan kerjanya. Akupun memutuskan mengadu nasib merantau ke Hong Kong.  

Aku mendatangi sebuah PT di kawasan Surabaya, akan tetapi ditolak karena masih terlalu kecil dan belum cukup umur; malah diarahkan ke Malaysia. Akupun tidak mau dan bersikeras tetap ke tujuan awal. Di PT kota Malang aku diterima untuk menjalani bimbingan bahasa dan pekerjaan sehari-hari sebelum berangkat ke Hong Kong. Dulu butuh waktu lama untuk mendapatkan majikan – aku di PT 7 bulan lamanya sebelum akhirnya mendapatkan majikan. 

Sampai di Hong Kong bisa dibilang apes nasibku, aku mendapatkan majikan yang cerewet, siang jadi malam – malam jadi siang. Majikan pertamaku ini sangat tidak memenuhi hak-hakku, gaji underpaid, tidak dikasih libur, tidak dikasih makan minum yang cukup dan istirahat yang sangat kurang. Kulalui  hari-hari yang sangat menyebalkan – terasa berat dan penat, bisa 2 tahun selesai di majikan yang super bawel itu hal yang luar biasa bagiku, yang tidak punya pengalaman bekerja dan dengan mental yang lemah. Di sinilah aku mendapatkan kekuatan mental yang lebih tegas. 

Tidak sampai di sini perjalanan merantauku, aku putuskan ganti majikan dengan harapan  mendapatkan majikan yang lebih baik. Mungkin dibilang baik, ya lebih baik daripada majikan yang sebelumnya. Di sini masih saja ada kendala bekerja di rumah yang besar 3 lantai, ada 2 pembantu yang tentunya majikan lebih sayang ke pembantu yang lama. Sebenarnya hatiku meronta, tapi dengan sabar aku bisa melampaui kontrak sampai finish.  

Akupun cari majikan lagi, masih dengan harapan dapat majikan yang lebih baik. Di majikanku yang ke 3 bisa dibilang cocok dengan anganku; merawat nenek yang baik, anak-anak nenek juga baik. Akan tetapi di sini ujianku ada hewan peliharaan anjing 4 ekor. Walaupun kerjaan banyak tetapi majikan baik dari sebelumnya, hatiku nyaman. Akupun bekerja 3x kontrak. Setelah terasa jenuh 3x kontrak di majikan yang sama, aku cari majikan yang ke-4. Di sini Sir adalah panggilan untuk polisi. Kenyataan tak sesuai harapan masih juga dihantam pekerjaan di luar, di majikan aku sungguh tidak kerasan. Tempat tidurku di gudang pengap dengan udara yang begitu tidak sehat. Aku hanya bertahan 1 tahun. Tahun 2013 akupun memutuskan pulang ke tanah air. Merasa punya tabungan dan berharap tidak balik merantau lagi.

Entah apa daya, di rumah tidak punya usaha, tabunganpun tidak tersisa. 3 tahun di rumah punya momongan bertambah pula pengeluaran, akupun kembali merantau ke Hong Kong lagi.  Kali ini tujuanku selain punya tabungan minimal punya usaha baru ketika pulang. Selama ini juga aku menemui bermacam-macam karakter teman seperjuangan – ada yang baik, ada yang berniat jahat. Mungkin impian semua teman anak rantau sama: punya tabungan, punya usaha, dan semua pasti merasakan galaunya di saat tanggal gajian tiba, daftar pengeluaran dan kebutuhan sudah tersusun tiap bulannya. Pernah merasakan bokekpun dijalani. Demi untuk memenuhi kebutuhan keluarga, anak rantau jadi tulang punggung keluarga. Bahkan kita jadi pahlawan devisa negara. 

Sekian lama bertahun-tahun bahkan puluhan tahun aku merantau, tak terasa umur sudah kepala 4. Tenaga tidak seperti masa muda, sekarang lebih terarah waktu liburku; tidak aku sia-siakan peluang menambah wawasan di learning center dan berbagai seminar di berbagai organisasi. Perantauan  mengajariku hidup keras di negeri orang. Banyak aku temukan jati diriku sendiri karena di sini kita dituntut menjadi sangat mandiri. Terima kasih badan telah berjuang keras ini, sehat-sehat ragaku. Semoga impianku dan impian teman rantau cepat terwujud dan kembali ke keluarga tercinta.  Semoga lelahku lelahmu lillah. 

Find out more:

Leave a Reply

Author

tcklearningcentre avatar

Written by

Trending