Uang bukan segalanya dan TCKLC gudang ilmu

Fitur Bahasa Indonesia reguler kami bekerja sama dengan TCK Learning Centre untuk Pekerja Migran (Our regular Indonesian feature in collaboration with TCK Learning Centre for Migrant Workers)

Sejumlah siswa mengenakan pakaian seragam hijau dan putih sedang memasuki pintu gerbang sekolah dengan seorang guru di dekatnya.

Tidak ada kata capek dalam kehidupanku sekarang dan dulu. Kenapa? Karena hidup itu harus maju, bukan mundur. Jadi butuh tenaga dan waktu untuk melangkah yang lebih baik lagi dari hari sebelumnya; kecuali mau mundur, itu hal mudah.

SEKOLAH dan BELAJAR  adalah hal yang tabu di dalam lingkungan masyarakat di pedesaan kecil, karena hidup butuh makan dan uang, bukan lagi belajar dan belajar yang tidak akan tahu hasil akhirnya bagus atau tidak. Yang ada selalu dan selalu mengeluarkan uang: biaya bulanan, baju seragam, buku pelajaran dll. 

Maka dari itu, dalam lingkunganku banyak yang sekolah hanya lulusan menengah saja. Belajar lebih tinggi masih awam di desaku. Orang Jawa bilang, “ora usah sekolah duwur-duwur, nek akhire dadi tani karo kuli” (tidak usah sekolah tinggi2 kalau akhirnya jadi tani dan kuli). Apalagi saya adalah anak pertama yang mempunyai adik dan sama-sama sekolah yang butuh biaya lebih. Untuk makan saja, kadang kurang dan pinjam ke warung.

Memang SEKOLAH DAN BELAJAR akan memakan waktu yang lama dan tidak menghasilkan uang, apalagi membantu cari uang untuk kebutuhan hari-hari. Makanya orang tua selalu ngomel saat saya minta iuran beli buku dan alat belajar lainnya karena minimnya dana. 

Saya bukan anak yang pintar, tetapi setidaknya saya semangat untuk belajar saat itu. Apalagi dalam ilmu Agama dan Olah Raga saya unggul, sehingga guru selalu memintaku untuk ikut ekstra kulikuler di sekolah. Setelah saya minta izin pada kedua orang tuaku, Ibu cuma menggelengkan kepala pertanda tidak diizinkan.

Singkat cerita, saya LULUS dari sekolah menengah dan ingin melanjutkan ke jenjang selanjutnya, tapi ditentang keras karena itu sudah lebih dari cukup. Padahal saat sekolah pun saya selalu meluangkan waktu untuk kerja apa pun demi bisa beli buku dan kebutuhan sekolah lainnya. Belajar sampai menengah saja saya sudah senang karena butuh perjuangan dan keringat; hujan dan panas saya arungi selalu dengan senang hati dengan mengayunkan sepeda butut bersama teman seperjuangan.

Setelah lulus sekolah saya bekerja di Jakarta sebagai pekerja rumah tangga selama setahun. Setelah lebaran saya bekerja di Singapura selama 2 tahun. Hasil bekerja semua saya kasih ke orang tua untuk membantu kebutuhan hidup dan sekolah adik-adik. Belum selesai sampai di sini setelah pulang dari Singapura, rehat 2 minggu saya langsung balik kerja di HONG KONG selama 4 tahun. Selama bekerja saya jarang libur. Singkatnya saya pulang, menikah dan menetap selama 4 tahun di rumah. Kemudian saya memutuskan kembali lagi ke HONG KONG dengan semangat yang tinggi untuk mengubah nasib keluarga kecilku, untuk mempunyai tempat tinggal sendiri.

Angkatan ke 2 ke Hong Kong kira-kira setelah setahun, saya bertemu teman yang belum saya kenal banget yang  mengajak saya untuk ikut kursus menjahit, dan saya pun ikut dengan agak ragu-ragu.

INILAH AWAL SAYA KENAL TCK LEARNING CENTRE. Di sinilah saya ikut kelas menjahit. Meskipun ragu, saya berangkat mengikutinya. Saya mulai berpikir kembali waktu dulu tidak bisa melanjutkan sekolah dan belajar. Akhirnya saya giat belajar menjahit dan computer.

Karena saya tidak harus sekolah dan belajar di tempat duduk di sekolahan seperti anak murid formal yang memakai seragam setiap hari, saya sadar bahwa saya bukan anak kecil lagi; tapi saya hanya orang bodoh yang ingin menjadi lebih baik di kemudian hari. Terngiang-ngiang di ingatanku: “KARENA BELAJAR TIDAK HARUS DENGAN GURU, TAPI  DENGAN SIAPA PUN. MENUNTUTLAH ILMU SAMPAI KE LIANG LAHAT”.

SAYA BERSYUKUR BANGET MENGENAL TCK LEARNING karena saat ini saya bisa ikut belajar. Selain belajar menjahit, saya juga ikut kursus komputer, dengan dibimbing oleh para tutor yang sabar dan memotivasi.

TERIMA KASIH MASA LALU YANG MENGAJARIKU UNTUK HIDUP KERAS. TERIMA KASIH TCKL ATAS ILMUNYA DAN SEMUANYA. SAYA SEBAGAI BMI BISA BELAJAR DAN BEKERJA. SEMOGA KE DEPANNYA TCKLC SELALU SUKSES, KITA SEMUA SUKSES. AMIN… 

A classroom scene with students sitting at wooden desks facing a blackboard, while a teacher stands at the front of the room.

Find out more:

Leave a Reply

Author

tcklearningcentre avatar

Written by

Trending