
Written by Anggi Kusumadewi, Edited by Lie Fhung
Sebut saja Mr.X: dari masa muda bekerja di kantor polisi pemerintah sebagai sekretaris inspektur. Sekarang ini ia sedang berjuang di fase akhir – kanker paru-paru stadium 4. Selain itu pun dari kecil sudah ada penyakit polio, separuh badan tidak tumbuh secara normal. Kisah ini berawal dari batuk yang berkepanjangan di awal tahun 2021 di mana Mr.X terserang batuk berdahak yang dikiranya batuk biasa. Malah tidak dirasakannya, kami pun sempat berlibur ke Macau dan di berbagai lokasi wisata di Hong Kong tanpa kami terka bahwa batuknya adalah gejala penyakit yang dapat mematikan. Di sela-sela berbagai waktu dia juga periksa kesehatannya di beberapa dokter, akan tetapi tidak kunjung membaik. Pada suatu hari ia ke dokter spesialis dan langsung disuruh CT-scan. Dari situ ada yang tampak janggal dan bagian paru-paru kemungkinan yang bermasalah. Untuk lebih jelasnya dokter menyarankan untuk ambil sel yang ada di paru-paru untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium. Dari sini pula semua tertib berjadwal dan harus antri. Saat menunggu waktu istirahat di rumah tidak disangka malam harinya ia batuk-batuk disertai darah begitu banyak dan kental, mau tidak mau harus telpon ambulance.
Malam itu dengan ambulance segera mereka membawa Mr.X ke hospital. Besok harinya dirujuk ke ruang operasi untuk melakukan pengambilan sel di paru-paru dan langsung hari itu juga bisa keluar hasil tes laboratoriumnya. Membuat tercengang dengan perkataan dokter divonis kanker paru-paru stadium 4. Dokter pun mengatakan perkiraan waktu hidup hanya 2 tahun lagi. Mungkin di dalam pikiran Mr.X 2 tahun waktu yang sangat singkat. Dari situlah pikiran tidak stabil karena nyawa terancam, bahkan cinta pun bagaikan terenggut. Mrs.X berubah total; tidak peduli dan hanya mencari kesenangan sendiri. Hari-hari pun penuh pertukaran sehingga keadaan semakin buruk. Untung pelayanan medis negara Hong Kong sangat baik dan berhasil membantu menurunkan level kanker tersebut dari level 33 sekarang turun ke 1,8. Saya bekerja di sini pun merasakan hancurnya hati dan batinnya – saya akui Mr.X orangnya penyabar dengan situasi dan kondisi sekarang.
Dari sini banyak hal yang aku petik dan kujadikan pelajaran pengalaman hidup: supaya kita lebih bersyukur dengan keadaan apa pun itu
Waktu pun berjalan. Pengobatan seharga $1000 per butir pun sudah tidak mempan. Suntik tulang seharga $21,000 per suntikan pun sudah tidak ada efeknya. Satu-satunya cara hanya kemoterapi yang ditempuh sebagai metode terakhir, yang kini sudah melewati bulan ke-9. Muncul penyebaran baru kanker di rahang bawah kirinya yang membuat turunnya nafsu makan secara drastis dan membuat pikiran kacau. Ke dokter pun tidak ada penanganan selain menunggu hasil pengobatan kemoterapi. Di situlah Mr.X pasrah dengan keadaannya. Kerap kali ia melamun dan banyak diam. Anak dan ke dua cucunya menjadi hiburannya.Walaupun jauh di Australia, mereka kerap melakukan video call, meng-update kondisinya. Kabarnya mereka sudah pesan tiket untuk menjenguknya. Mungkin hati Mr.X agak damai mendengarnya. Tiap hari melihat vidio kiriman dari anaknya, ia tersenyum dan kadang terbahak-bahak melihat tingkah cucunya yang masih bayi sedang lucu-lucunya. Aktifitas sehariannya menghabiskan waktu di sofa melihat TV dan YouTube tentang penjabaran kanker paru-paru dan banyak pengetahuan bagaimana menyikapinya. Penjelasan beberapa dokter di sosmed itu mungkin membantu menguatkan mentalnya. Ia sudah tidak mengharapkan Mrs.X untuk mengobati luka batinnya yang sudah amat sangat dalam. Mungkin takdir dari Tuhan untuk melewati rintangan yang amat besar. Untungnya keadaan finansial mapan, maka Mr.X lebih agak ringan menjalani kehidupan dengan kondisi yang tidak sehat jasmani dan tekanan batin cintanya. Dari sini banyak hal yang aku petik dan kujadikan pelajaran pengalaman hidup: supaya kita lebih bersyukur dengan keadaan apa pun itu. Hidup mati sehat sakit rezeki semuanya hanya milik Tuhan.
Sungguh keajaiban menurutku: dari vonis umur hanya 2 tahun sekarang sudah hampir 3 tahun bertahan. Pengorbanan jiwa raga mental, semuanya diuji. Dengan fondasi jiwa penyabar tidak mengeluh ke siapa pun, semoga ada keajaiban lagi supaya Mr.X dipanjangkan umurnya.








Leave a Reply